Cara Budidaya Padi Sistem SRI

By | December 23, 2019

Cara Budidaya Padi Sistem SRI – Salah satu sistem atau Metode cara budidaya padi yang merupakan inovasi dikenal dengan nama System of Rice Intensification  (SRI). Metode ini diklaim dapat meningkatkan produktivitas padi yang dihasilkan.

Cara Budidaya Padi Sistem SRI

Cara Budidaya Padi Sistem SRI

Metode ini bukanlah hal baru, ia telah ada sejak 1980-an pertama di Madagaskar. Selanjutnya terus berkembang di luar Madagaskar hingga ke Indonesia.

Baca juga : Jenis Tanaman Hias Dengan Harga Paling Mahal

Cara budidaya padi dengan metode SRI

Metode SRI dalam budidaya padi ditujukan untuk mendapat hasil panen hingga dua kali lipat. Metode ini dimulai dari tahap penyemaian benih yang sudah diseleksi sebagai benih unggul.

Benih yang telah diperbarui lalu direndam dalam air biasa selama 24 jam. Selanjutnya ditiriskan dan diperam 2-3 hari ditempat yang lembab hingga keluar calon tunas dan kemudian disemaikan di media tanah dan kemudian pupuk kompos sekitar 10 kg. Benih siap ditanam setelah berumur semai 7-12 hari.

Tahap selanjutnya adalah pengolahan lahan yakni dengan dibajak dan dicangkul minimal dua kali pembajakan, pembajakan kasar dan pembajakan halus.

Proses ini bisa berlangsung 2-3 hari. Setelah pembajakan selesai aliri rahan dengan air hingga terendam selama satu hari.

Selanjutnya tahap penanaman menggunakan jarak tanam sesuai metode SRI yang tidak terlalu rapat yakni 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm. Penanaman benih jangan terlalu dalam agar akar bisa leluasa bergerak.

Pada tahap perawatan budidata padi metode SRI yang paling penting adalah aliran udara, sawah tidak tergenang terus menerus lebih baik pada pengaliran udara saja.

Perlu dilakukan kotrol membuka dan menutup pintu udara. Ada panduan pengairan SRI yakni untuk penanaman dangkal, tanpa digenangi udara sampai anakan sekitar 10-14 hari.

Setelah itu, isi air untuk menghambat pertumbuhan rumput dan untuk pemenuhan kebutuhan air dan melumpurkan tanah, digenangi sampai tanah tidak tersinari matahari.

Pemupukan dapat dilakukan pada umur 20 hari setelah tebar, gunakan kompos sekitar 175-200 kg. Ketika dilakukan pemupukan sawah dikeringkan dan pintu air ditutup.

Setelah 27 hari setelah tebar, aliri sawah secara bergilir antara kering dan basah. Terakhir tiba masa panen pada umur sekitar 3,5 sampai 6 bulan tergantung jenis dan varietasnya.

Baca juga : Cara budidaya kembang kol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *